Sedikit cerita dari anak kecil. Dia itu penjaja koran, umurnya mungkin sekitar 7-8 tahun masih kecil bangetlah. Awalnya cuman mau memberi sedikit apa yang saya punya tanpa niat sama sekali mau membeli korannya karena tergerak oleh rasa iba saya terhadap dia. Mendekatlah saya dgn anak itu. Bukannya menerima serta merta uang itu tapi dia juga tetap memberikan korannya kepada saya. Padahal sy sudah blg 'ambil mi dek, jangan mi' ( Silakan ambil, dek). Tapi tetap saja dia ngotot membuang koran itu ke motor saya karena lampu hijau sudah menyala. Dan saya pun melaju, dari belakang saya masih sempat mendengar suaranya mengatakan " Makasih Kak " mungkin ada dua tiga kali dia berucap demikian dengan nada yang riang sekali. Pikir saya, klo kebanyakan orang mungkin dia akan mengambil uang itu dan tidak memberikan korannya (karena memang niat saya tidak utk membeli koran itu ). Toh korannya bisa dia jual ulang lagi dan mendapatkan untung dua kali. Tapi tidak untuk anak kecil ini. Padahal pikir saya nominal itu tdk seberapa dibanding dengan ketawa dan ucapan yg tulus dari mulutnya.
Pelajaran yg bisa saya petik dari anak kecil itu, sesulit apapun perekonomian kamu jangan berpikir utk mengemis. selagi masih punya organ tubuh yg lengkap, bekerjalah. Bekerja dengan kejujuran. Karena rezeki dan semua yg ada di dunia ini Tuhan sudah atur. Thank you for the lesson for me tonight, dek kecil. Semoga segala cita2mu bisa tercapai dan kejujuranmu membuatmu sukses kiss emotikon